≡ Menu

Berbahaya, Radiasi Smartphone Bisa Dikurangi dengan Ini!

Apa benda yang paling sering sobat bawa? Agaknya banyak orang memiliki jawaban serupa atas pertanyaan ini – Yups! smartphone menjadi perlengkapan wajib ke manapun sobat pergi dengan beragam alasan, mulai memudahkan komunikasi dengan pengguna lain, membantu menemukan lokasi tertentu, bahkan menjadi sumber hiburan ketika sedang senggang.

Sebagai salah satu benda yang paling dekat dengan sobat, ponsel pintar ternyata memiliki resiko berbahaya. Hal ini dikarenakan sebuah smartphone umumnya mengeluarkan sejenis radiasi elektromagnetik. Radiasi yang serupa dengan radiasi dari radio atau televisi ini dapat diserap tubuh manusia. Radiasi elektromagnetik  ini dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan jika terserap secara berlebihan, mulai dari peningkatan panas di beberapa bagian tubuh hingga dalam kasus ekstrim meningkatkan resiko tumor otak dan kanker. Bahkan beberapa waktu lalu WHO (World Health Organization) mengklasifikasikan radiasi ponsel dalam karsinogen kealas 2B yang setara dengan pestisida. Wew, sungguh menyeramkan ya!

Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengurangi bahayaitu? Beberapa poin berikut dapat menjadi solusi mengurangi resiko radiasi smartphone kesayangan kamu:

  • Jauhkan dari Tubuh Sobat

Hal paling fundamental yang harus dilakukan untuk mengurangi resiko radiasi ponsel adalah dengan sebisa mungkin menghindari kontak fisik dengan device. Jangan pernah menaruh ponsel sobat di kantong atau area dekat kepala agar terhindar dari bahaya secara langsung.

  • Gunakan Headset Ketika Telpon

Jika boleh bicara mengenai radiasi elektromagnetik ponsel pada manusia, maka hal utama yang perlu diperhatikan adalah menjaga jarak antara paparan handset dengan tubuh. Semakin dekat sobat dengan ponsel, maka resiko radiasi terserap semakin besar. Hal ini makin berbahaya ketika ponsel diletakkan di telinga yang dekat dengan otak. Oleh karena itu, penting bagi sobat untuk mulai mempertimbangkan menggunakan headset jika menerima panggilan. Apabila tak punya, memanfaatkan fitur speaker ketika menerima atau melakukan panggilan bisa dijadikan sebagai alternatif.

Hal lain yang bisa dilakukan ketika terpaksa menerima telpon secara langsung adalah membatasi jam bicara. Jangan sampai sobat berkomunikasi terlalu lama untuk meminimalkan potensi terserapnya gelombang elektromagnetik. Jika memungkinkan, sering-seringlah memindahkan device dari satu telinga ke telinga lain ketika berbicara agar radiasi tidak hanya mengenai satu sisi secara terus-menerus.

  • Manfaatkan Fitur Chatting atau SMS

Ponsel pintar sobat memiliki cukup banyak layanan yang memungkinkan terjalinnya komunikasi antar individu dan kelompok, salah satunya adalah chatting atau SMS. Nah, kamu bisa mengurangi bahaya radiasi smartphone dengan memaksimalkan komunikasi melalui dua layanan teks tersebut. Dengan demikian ponsel tak perlu langsung menyentuh telinga atau daerah sekitar otak ‘kan?

  • Matikan Ponsel di Malam Hari

Tahukah bahwa sobat paling rentan terhadap racun dan radiasi ketika tidur? Hal ini mungkin terjadi sebab tubuh sedang memasuki mode parasympathetic dimana sistem saraf sedang istirahat dan fokus mencerna. Akibatnya, semua pertahanan tubuh menurun dan proses perbaikan biologi meningkat.

Nah jika sobat meletakkan telepon tepat dekat kepala ketika tidur, maka resiko tubuh menyerap radiasi elektromagnetik semakin besar. Meski sobat sudah memasang mode pesawat (airplane mode), namun ponsel tetap mengeluarkan radiasi melalui baterai. So, mulai sekarang cobalah untuk mematikan perangkat ketika tidur ya!

  • Gunakan Casing anti Radiasi

Paparan radiasi dari smartphone atau ponsel pintar sobat sebenarnya dapat diminimalkan dengan bantuan eksternal. Yup, kamu dapat menggunakan casing pelindung yang memiliki layanan anti radiasi untuk mengurangi paparan gelombang elektromagnetik dalam tubuh. Well harga casing pelindung ini memang dapat dikatakan cukup mahal, namun tak ada salahnya berinvestasi demi kesehatan ‘kan?

  • Jangan Gunakan Ketika Sinyal Lemah

Radiasi elektromagnetik dalam ponsel akan semakin tinggi ketika sinyal lemah karena device akan berusaha lebih keras mencari jaringan. Oleh karena itu, jangan pernah gunakan perangkat sobat ketika signal bar menunjukkan angka lemah. Oh iya, hal sama juga terjadi ketika perangkat berada dalam kendaraan yang memiliki kecepatan tinggi, seperti mobil atau kereta api lho. Jadi sebaiknya simpan dulu perangkat sobat hingga kondisi kembali stabil ya.

  • Batasi Penggunan Ponsel Pada Anak

Khusus untuk sobat yang memiliki buah hati atau mengetahui anak kecil yang sudah menggunakan ponsel pintar, ada baiknya sobat melimitasi penggunaannya. Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh smartphone diyakini para ahli memiliki dampak lebih berbahaya ketika langsung terkena anak kecil.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Ann Louise Gittleman dalam bukunya yang berjudul Zapped mengatakan bahwa anak-anal yang memiliki tulang lebih tipis dapat menyerap gelombang radiasi dua kali lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Bahkan, gelombang ini dapat tinggal di area saraf otak  lebih lama karena anak-anak memiliki konsentrasi cairan dan ion lebih banyak dibandingkan orang dewasa.

Berhati-hati dalam menggunakan ponsel adalah cara tepat mengurangi potensi buruk yang bisa dihasilkan. Meski radiasi elektromagnetik yang dihasilkan cukup sedikit, namun paparan terus-menerus bisa saja benar-benar beresiko. Be careful, guys!



Artikel Terkait :

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: